+62 856-4370-6002 luthfi.sajadah@gmail.com
Select Page

Cara Memakai Sorban – Apakah Anda pernah membayangkan bagaimana cara berpakaian orang-orang dari Timur Tengah? Banyak orang pasti membayangkan pakaian gamis putih sampai mata kaki yang dilengkapi dengan penutup kepala berupa sorban.

Model fashion seperti itu memang sudah menjadi ciri khas dari orang-orang Timur Tengah, khususnya sorban. Sorban sendiri memang berasal dari budaya Arab dan biasa dipakai sebagai penutup kepala.

Di Indonesia sendiri, masih jarang orang memakai sorban. Kebanyakan orang biasanya akan memakai sorban pada waktu-waktu tertentu, seperti saat hari raya Islam. Jika Anda lihat, cara memakai sorban pun setiap orang memiliki caranya sendiri. Selain dipakai di kepala, ada juga yang orang yang cara memakai sorban diletakkan di leher.

Cara Memakai Sorban

Jika Anda tertarik untuk mencoba salah satu mode pakaian orang Timur Tengah ini, berikut beberapa cara memakai sorban, yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Di Kepala

Ilustrasi Cara Memakai Sorban di Kepala
Ilustrasi Cara Memakai Sorban di Kepala, Sumber : Kerja Usaha

Pertama, lipat sorban membentuk segitiga. Dalam keadaan terbuka, temukan salah satu ujungnya ke ujung lain yang letaknya berlawanan secara diagonal, sehingga kain terlipat dan membentuk segitiga.

Selanjutnya, letakkan kain yang sudah dilipat tadi di kepala, tepat di atas dahi. Tarik kedua ujung kain yang akan menjadi ‘kaki’ dari segitiga tersebut menuju kedua sisi wajah dan sampirkan di tengah-tengah garis rambut dan alis Anda.

Pastikan bagian kain yang lain harus menutupi bagian belakang kepala, dari pucuk sampai ke punggung, dan bukannya menutupi wajah. Tarik ujung yang lebih pendek ke bawah dagu dan lilitkan ke ujung kiri pada kepala melewati bawah dagu dan menuju bagian belakang kepala.

Setelah itu, tahan ujungnya dengan tangan kanan, namun jangan masukkan dulu ke balik kain yang menutupi bagian belakang kepala, tetapi posisikan di depan ujung kanan. Lilitkan ujung yang lebih panjang mengelilingi wajah, lalu tarik ujung kanan dengan tangan kiri melewati muka sehingga menutupi hidung dan mulut.

Lalu tarik ujung kanan kain menuju pucuk kepala. Lanjutkan dengan melilit ujung yang lebih panjang dengan menariknya ke atas kepala. Ujung ini harus berada di atas kepala dan mengenai ujung lainnya di sisi kanan wajah. Dan pastikan, ketika melakukan ini, tangan kanan harus tetap menahan ujung kiri di tempatnya.

Kemudian ikat kedua ujung yang bertemu di atas kepala. Ikat mati sebanyak dua kali untuk menahan kain di tempatnya. Tapi, jangan terlalu kencang agar kamu tetap bisa bernapas. Anda bisa menyesuaikan lebar kain yang dipakai sesuai kebutuhan sehingga membungkus kepala dan bagian bawah wajah tanpa menutupi mata.

Baca juga : Souvenir Arab yang Khas untuk Oleh-oleh

2. Di Leher

Ilustrasi Memakai Sorban di Leher
Ilustrasi Memakai Sorban di Leher, Sumber : liputan6.com

Diawali dengan melipat sorban membentuk segitiga. Lalu, dalam keadaan terbuka dan hubungkan ujung satu ke ujung lainnya dalam posisi diagonal. Maka, kain akan terlipat dan membentuk sebuah segitiga.

Setelah itu, letakkan kain pada bagian bawah wajah atau tepat di leher. Salah satu ujung kain yang sudah dilipat haruslah menutupi hidung dan mulut. Setelah itu, dua ujung lainnya akan berada di kedua sisi wajah, dan ujung yang pertama terlihat menggantung di depan wajah menutupi leher dan bagian atas dada.

Selanjutnya tarik kedua ujung mengelilingi leher dan ikat keduanya. Lalu, tarik kedua ujung sorban di bagian kiri dan kanan wajah, menuju ke bagian belakang leher melewati bahu. Setelah itu Ikat. Ketika menarik kedua ujung kain tersebut ke belakang leher, usahakan posisi kain tetap berada di wajah sehingga kain yang menutupi wajah tidak longgar.

Kemudian, ikat kedua ujung yang kini berada di belakang leher sekali lagi. Pastikan ikatan harus cukup kuat supaya dapat menahan kain di tempatnya. Jangan terlalu kuat agar Anda tetap bisa bernapas. Biarkan sisa dari ujung hasil ikatan menggantung di depan dada dan bawa kedua ujung hasil ikatan tersebut kembali melewati bahu dan sampirkan di dada.

Keutamaan Mengenakan Sorban

Sebagai tradisi Arab dan bangsa-bangsa lain di dunia, memakai sorban memiliki keutamaan. Nabi SAW bersabda seperti dikutip oleh Imam Jalaluddin al-Suyuthi dalam Lubab al-Hadits, “Sorban-sorban adalah mahkota-mahkota Arab, maka apabila mereka memakainya, mereka memakai kemuliaan mereka.”

Dalam konteks mengikuti sunah Nabi SAW, tentu memakai sorban termasuk dalam kategori sunah fi’liyah (sunah perbuatan Nabi SAW).  Itu artinya, memakai sorban mengalami transformasi dari budaya manusia menjadi ajaran agama. Orang yang melaksanakan perintah agama pasti akan mendapat balasan berupa pahala.

Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT dan para malaikat-Nya memberi penghormatan kepada para pemakai sorban pada hari Jumat.” (HR. Thabrani).  Begitu juga, “Dua rakaat dengan bersorban adalah lebih baik dibandingkan tujuh puluh rakaat tanpa bersorban.” (HR. Dailami). Berdasar dua hadits ini, memakai sorban adalah sunah.

Ilustrasi Sorban
Ilustrasi Sorban, Sumber : Luthfi Sajadah

Sementara itu, memakai sorban ketika shalat juga memiliki dimensi etik. Secara fisik, shalat  adalah menghadap Allah SWT Sang Maha Raja Diraja, maka sudah sepantasnya  orang yang shalat berpakaian lengkap sebagai penghormatan. Apalagi secara estetik, memakai sorban membuat seorang muslim tampak lebih memesona, indah dan megah. 

Terkait dengan sorban, ada satu cerita yang ditulis ulang oleh Sayyid bin Alwi al-Maliki dalam karyanya al-Busyra. Diceritakan saat meregang nyawa, Khadijah isteri tercinta Nabi SAW berbisik kepada puteri tercintanya, Fatimah. Khadijah yang merasa takut akan siksa kubur menyuruh Fatimah memintakan sorban Nabi SAW untuk kain kafannya.

Seperti diketahui, setiap kali menerima wahyu dari Allah SWT, Nabi SAW senantiasa memakai sorban. Sorban itulah yang diminta Khadijah. Dengan penuh haru Nabi SAW berkata, “Wahai Khadijah, Allah berkirim salam kepadamu dan Dia telah persiapkan tempatmu di surga”. Diceritakan, setelah itu Jibril turun membawa lima kain kafan. 

Terkait dengan selendang Nabi SAW, Syaikh Hamami Zadah dalam karyanya Tafsir Surah Yasin menulis cerita menarik. Satu hari Nabi SAW pulang ke rumah isteri beliau, Aisyah. Aisyah menyambut beliau sambil memegang sorban Nabi SAW seraya berkata, “Alangkah mengherankan, basah sorban dan pakaian engkau karena hujan?”

Padahal pada hari itu, lanjut Syaikh Hamami Zadah, diketahui tidak ada hujan yang turun. Maka Nabi SAW paham bahwa Aisyah telah mampu melihat hujan yang terjadi di alam gaib. Lalu Nabi SAW bertanya, “Pada hari ini dengan apa kamu menutup kepalamu?” Aisyah menjawab, “Aku menutupi kepalaku dengan selendang milikimu.” 

Nabi SAW lalu menjelaskan soal selendang itu kepada Aisyah, “Wahai Aisyah, selendang itu sungguh telah mengangkat tabir matamu sehingga kamu bisa melihat hujan di alam gaib. Wahai Aisyah, di alam gaib terdapat hujan, mendung, matahari dan bulan, tidak ada yang bisa melihat semua itu kecuali para wali dan orang-orang saleh”. 

Demikianlah ulasan mengenai cara memakai sorban dan keutamaannya. Selain sebagai bentuk penghormatan ketika sholat, memakai sorban membuat seorang Muslim tampak lebih mempesona, indah dan megah. Bagi Anda yang ingin memiliki sorban, bisa mengunjungi Luthfi Sajadah. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.