+62 856-4370-6002 luthfi.sajadah@gmail.com
Select Page

Sebagai umat muslim tentu saja merupakan hal yang wajib untuk mengurus jenazah dalam islam, mulai dari memandikan hingga menguburkannya. Ada ketentuan dan tata cara yang perlu anda ketahui untuk mengurusi jenazah seseorang yang telah meninggal, dari memandikannya, mengkafaninya, menyolatinya, dan menguburkannya. Semua hal tersebut hukumnya adalah fardu kifayah bagi setiap muslim.

Hal pertama dalam mengurus jenazah dalam islam adalah memandikannya, anda perlu menyiapkan beberapa perlengkapan seperti air bersih, sabun, wewangian yang tidak mengandung alkohol, kapur barus, kain basahan, handuk, kapas, dan jangan lupa menyediakan sarung tangan yang digunakan pada saat memandikannya. Anda juga sudah dapat menyiapkan keranda mayat untuk nantinya digunakan menggotong jenazah.

Gambar kuburan, Sumber : muslim.okezone.com
Gambar kuburan, Sumber : muslim.okezone.com

Tata Cara Memandikan Jenazah

Orang yang boleh memandikan jenazah juga ada aturannya, untuk jenazah laki-laki maka yang boleh memandikannya adalah istri, laki-laki yang mempunyai ikatan keluarga dengan jenazah, tetangga laki-lakinya, serta anak kandung perempuannya. Untuk jenazah perempuan yang boleh memandikannya adalah suami, perempuan yang mempunyai ikatan keluarga dengan jenazah, tetangga perempuannya, serta anak kandung laki-lakinya.

Ada tata cara yang perlu anda ketahui sebagai umat muslim pada saat memandikan jenazah, kami telah merangkumkannya untuk anda simaklah informasi berikut.

  1. Membaca Niat
  2. Letakkan jenazah ke tempat yang telah tersedia, dan pastikan kepala jenazah di posisikan lebih tinggi dari tempat tersebut. Hal ini bertujuan agar air tidak mengalir ke bagian kepala.
  3. Ambil kain penutup jenazah dan gantilah menggunakan kain basahan untuk menutup bagian aurat jenazah agar tidak terlihat.
  4. Sebelum mulai memandikan jenazah pastikan anda menggunakan sarung tangan yang telah disediakan.
  5. Kemudian mulai membersihkan bagian lubang hidung, lubang telinga, gigi, rambut, ketiak, jari tangan, serta jari kaki.
  6. Bersihkan kotoran yang masih tersisa di dalam tubuh jenazah yang mungkin keluar dari depan maupun belakang. Anda dapat menekan perut jenazah agar sisa kotoran keluar, setelah itu siram dan basuhlah anggota tubuh jenazah menggunakan sabun.
  7. Siram air pada bagian tubuh sebelah kanan jenazah, lalu barulah menyiram air pada bagian tubuh sebelah kiri jenazah.
  8. Wudhukan jenazah seperti ketika berwudhu untuk melakukan sholat, setelah itu keringkan jenazah dengan handuk agar kain kafan tidak basah.
  9. Setelah itu berikan wewangian yang tidak mengandung alkohol atau biasanya menggunakan air kapur barus sebelum dikafani.

Ternyata tidak semua jenazah dapat dimandikan loh, beberapa jenazah yang perlu dimandikan diantaranya adalah jenazah seorang muslim yang tubuhnya masih utuh, bukan bayi yang meninggal karena keguguran, dan bukan juga orang yang meninggal karena mati syahid. Lalu untuk jenazah yang tidak perlu dimandikan adalah bayi yang meninggal karena keguguran dan orang yang meninggal karena mati syahid.

Ilustrasi mengkafani jenazah, Sumber : xtimenews.com
Ilustrasi mengkafani jenazah, Sumber : xtimenews.com

Tata Cara Mengafani Jenazah

Untuk tata cara mengafani jenazah, ternyata terdapat perbedaan antara jenazah laki-laki dengan jenazah perempuan. Berikut tata cara mengafani jenazah.

Jenazah Laki-laki

  1. Siapkanlah tali pengikat untuk kain kafan, letakkan tali tersebut di bawah kain kafan lapisan pertama secara vertikal. Kemudian bentangkanlah kain kafan lapisan pertama tersebut sesuai dengan ukuran jenazah.
  2. Kemudian berikan wewangian pada kain kafan lapisan pertama tadi, setelah itu bentangkan lagi kain kafan lapisan kedua yang sesuai dengan ukuran jenazah dan berikan wewangian juga. Lakukan lagi hal yang sama untuk kain kafan yang ketiga.
  3. Setelah itu letakkan jenazah di tengah-tengah kain kafan lapisan ketiga dan menutup jenazah menggunakan kain kafan lapisan ketiga dimulai dari bagian kiri ke kanan, lalu bagian kanan ke kiri. Lalu tutup lagi dengan lapisan kedua dimulai dari bagian kiri ke kanan, lalu bagian kanan ke kiri. Selanjutnya tutup lagi dengan lapisan pertama mulai dari bagian kiri ke kanan, lalu bagian kanan ke kiri. Setelah itu ikat menggunakan tali yang telah disediakan.

Jenazah Perempuan

  1. Bentangkanlah dua lembar kain kafan yang ukurannya sudah sesuai dengan jenazah. Lalu letakkan kain sarung di bagian pusar hingga bagian lututnya. Persiapkan juga pakaian gamis dan kerudung sesuai tempatnya.
  2. Siapkan tiga hingga lima tali dan letakkan lah pada bagian paling bawah kain kafan. Persiapkan juga kapas yang sudah diberikan wewangian, jika kain kafan sudah siap letakkan jenazah di atas kain kafan.
  3. Letakkanlah kapas yang sudah diberi wewangian tadi ke anggota tubuh tertentu, lalu selimutkanlah kain sarung tadi diantara pusar hingga lutut dan kenakan baju gamis dan kerudung yang telah disiapkan. Untuk jenazah yang memiliki rambut panjang bisa dikepang lalu rambutnya diletakkan di atas gamis bagian dada.
  4. Tutup menggunakan kedua kain kafan yang telah dipersiapkan tadi selembar demi selembar dari lapisan yang paling atas hingga yang paling bawah. Lalu yang terakhir ikat menggunakan tali yang telah dipersiapkan tadi.
Ilustrasi sholat jenazah, Sumber : republika.co.id
Ilustrasi sholat jenazah, Sumber : republika.co.id

Tata Cara Sholat Jenazah

Setelah anda memandikan dan mengafani jenazah adalah menyolati jenazah. Untuk menyolatkan jenazah juga ada tata caranya sebagai berikut.

  1. Membaca niat dalam hati.
  2. Bagi anda yang mampu berdiri, maka berdiri.
  3. Takbir empat kali tanpa ada ruku’ dan sujud,
  4. Untuk takbir yang pertama membaca niat dan membaca surah Al-Fatihah. Setelah takbiratul ihram, letakkan tangan anda pada pusar seperti biasa anda lakukan saat sholat, kemudian barulah membaca surat Al Fatihah.
  5. Kemudian dilanjutkan dengan takbir kedua membaca shalawat Nabi. Ada banyak shalawat Nabi, tapi yang biasa di gunakan dan yang afdhal menggunakan shalawat Ibrahimiyah. Setelah takbiratul ihram, letakkan tangan anda di atas pusar, kemudian dilanjutkan dengan membaca shalawat Nabi.
  6. Dilanjut dengan takbir ketiga dengan membaca doa untuk jenazah. Setelah takbiratul ihram, letakkan tangan anda pada pusar lalu dilanjutkan membaca doa jenazah.
  7. Setelah itu lanjut takbir keempat, setelah takbiratul ihram letakkan tangan anda pada pusar lalu dilanjutkan membaca doa untuk jenazah doa untuk orang-orang yang ditinggalkan jenazah.
  8. Terakhir adalah salam.

Itu dia tata cara untuk mengurus jenazah dalam Islam yang hukumnya wajib bagi setiap muslim, semoga dapat menambah informasi dan wawasan anda agar semakin luas. Anda juga bisa mendapatkan informasi lainnya seperti cara mencuci sarung dan informasi lainnya yang ada di halaman website kami.