+62 856-4370-6002 luthfi.sajadah@gmail.com
Select Page

Cara Mencuci Sarung – Sarung merupakan sepotong kain lebar yang dijahit pada kedua ujungnya sehingga berbentuk seperti pipa atau tabung. Ini adalah arti dasar dari sarung yang berlaku di Indonesia atau tempat-tempat sekawasan. Dalam pengertian busana internasional, sarung (sarong) berarti sepotong kain lebar yang pemakaiannya dibebatkan pada pinggang untuk menutup bagian bawah tubuh (pinggang ke bawah).

Kain sarung dibuat dari bermacam-macam bahan: katun, poliester, atau sutera. Penggunaan sarung sangat luas, untuk santai di rumah hingga pada penggunaan resmi seperti ibadah atau upacara perkawinan. Pada umumnya penggunaan kain sarung pada acara resmi terkait sebagai pelengkap baju daerah tertentu.

Sejarah Sarung

Ilustrasi Kain Sarung
Ilustrasi Kain Sarung, Sumber : luthfisajadah.com

Sepanjang banyak tempat di Asia Tenggara, terutama Indonesia, teknik pewarnaan kuno yang dikenal sebagai batik digunakan untuk menghasilkan warna dan pola yang khas pada kain dari tiap sarung. Potongan kain dengan bentuk seperti ini sering kali dipakai baik lelaki maupun wanita di Asia, Semenanjung Arab, dan tanduk Afrika.

Sarung adalah pakaian dari komunitas pelaut di Semenanjung Malaya dekat Sumatra dan Jawa; Menurut Gittinger,sarung lalu diperkenalkan di pulau Madura dan sepanjang pantai utara Jawa. Di akhir abad ke-19, seorang pengamat mencatat ketiadaan sarung di pedalaman Jawa.

Saudagar laut awal di perairan ini adalah Muslim dari India, dan Islam menyebar melalui wilayah pantai, sehingga diduga sarung di awal kemunculannya mungkin adalah anyaman kotak-kotak, yang biasa diasosiasikan dengan lelaki Muslim.

Motif Sarung

Ilustrasi Motif Sarung
Ilustrasi Motif Sarung, Sumber : luthfisajadah.com

Sarung untuk pakaian daerah dapat pula dibuat dari bahan tenun ikat, songket, serta tapis. Masing-masing jenis bahan sarung tersebut berasal dari daerah yang berbeda di Indonesia. Sarung dari NTT, NTB, Sulawesi, dan Bali menggunakan bahan yang terbuat dari tenun, sedangkan songket, sangat identik dengan ciri khas adat Minangkabau dan Palembang. Sementara tapis adalah kain khas yang berasal dari Lampung.

Sarung yang terbuat dari tenun menggunakan motif yang sederhana, cenderung lebih bermain warna, dibanding motif yang ‘ramai’. Sedangkan tapis dan songket, sekilas akan terlihat sama. Motif tapis memiliki unsur alam seperti flora dan fauna, sedangkan motif songket, terlihat lebih meriah dengan motif yang mengisi seluruh isi bahan. Persamaan keduanya adalah terbuat dari benang emas dan perak.

Motif kain sarung yang umum adalah garis-garis yang saling melintang (kotak-kotak). Nilai filosofisnya adalah setiap melangkah baik ke kanan, kiri, atas ataupun bawah, akan ada konsekuensinya. Hal ini juga serupa pada gradasi bermotif papan catur seperti sarung bali. Saat kita berada di titik putih, melangkah ke manapun, perbedaan menghadang.

Sarung di Berbagai Negara

Sarung di Yaman dikenal dengan nama futah, izaar, wazaar atau ma’awis. Di Oman, sarung dikenal dengan nama wizaar. Orang Arab Saudi mengenalnya dengan nama izaar.

Tekstil merupakan industri pelopor di era Islam. Pada era itu, standar tekstil masyarakat Muslim di Semenajung Arab sangat tinggi. Industri tekstil di era Islam memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap Barat.

Sarung telah menjadi pakaian tradisonal masyarakat Yaman. Hingga kini, tradisi itu masih tetap melekat kuat. Sarung Yaman menjadi salah satu oleh-oleh khas tradisional dari Yaman. Orang-orang yang berkunjung ke Yaman biasanya menjadikan sarung sebagai buah tangan.

Sarung Yaman terdiri dari beberapa variasi, di antaranya model assafi, al-kada, dan annaqshah. Sebenarnya di dunia Arab, sarung bukanlah pakaian yang diidentikkan untuk melakukan ibadah seperti sholat.

Bahkan, di Mesir sarung dianggap tidak pantas dipakai ke masjid maupun untuk keperluan menghadiri acara-acara formal dan penting lainnya. Di Mesir, sarung berfungsi sebagai baju tidur yang hanya dipakai saat di kamar tidur.

Cara Mencuci Sarung

Ilustrasi Mencuci Sarung
Ilustrasi Mencuci Sarung, Sumber : merdeka.com

Sarung merupakan kain yang biasanya digunakan untuk ibadah umat muslim. Namun, sarung tak hanya dijadikan sebagai alat ibadah saja, ada juga yang menjadikan sarung sebagai selimut. Sarung memang bisa dikatakan sebagai kain multifungsi. Sehingga harus dirawat dengan benar supaya tidak sobek maupun warnanya menjadi pudar.

Ternyata sarung tidak bisa dicuci sembarang. Ada beberapa cara mencuci sarung yang benar agar tetap awet. Simak ulasannya berikut ini.

1. Sebaiknya Cuci Kering (Dry Clean)

Mau sarung Anda tetap awet dan tidak pudar? Maka salah satu cara mencuci sarung yang benar adalah mencuci sarung dengan teknik kering alias dry clean. Hal ini tentu lebih praktis dan gampang tanpa menggunakan air. Biasanya dry clean tersedia di berbagai laundry.

2. Jangan Menggunakan Mesin Cuci

Berniat mencuci sarung sendiri? Jika iya, maka janganlah mencuci sarung menggunakan mesin cuci. Hal ini agar sarung Anda tidak rusak. Selain itu, cucilah sarung dengan air yang banyak dan tanpa detergen biar warnanya tetap awet. Perlu diingat juga jangan pernah sekali-kali mencuci sarung memakai air hujan karena tingkat asamnya tinggi.

3. Jangan Cuci Sarung Bersamaan

Jangan sekali-kali mencoba untuk mencuci sarung secara bersamaan. Mencuci sarung bersamaan bisa membuat sarung Anda rusak. Jadi kalau mau aman, cucinya satu per satu. Selain itu, air bekas cucian sarung sebelumnya juga jangan dipakai kembali.

4. Jangan Direndam

Punya sarung berbahan sutra? Jangan sekali-kali untuk merendamnya. Hal ini bisa bikin warna mulai memudar. Jadi, cara mencucinya yang benar Anda hanya perlu mencelup-celup dan mengangkatnya beberapa kali di air banyak.

5. Menjemur Terpisah

Perhatikan juga saat Anda ingin menjemur sarung Jangan sampai kain sarung menempel satu sama lain. Hal ini soalnya bisa bikin warna sarung Anda jadi bernoda. Tentu tidak mau jika sarung kesayangan Anda jadi bernoda? Selain itu, pastikan juga tempat untuk menjemur sarung teduh dan tidak terpapar langsung sinar matahari.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa cara mencuci sarung yang bisa Anda coba. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Bagi Anda yang berkesempatan ibadah haji atau umroh serta ingin membeli sarung sebagai oleh-oleh haji, Anda bisa berkunjung ke luthfisajadah.com.