<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Peci Archives - Luthfi Sajadah</title>
	<atom:link href="https://luthfisajadah.com/tag/peci/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Oleh-Oleh Haji Jogja</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 Jul 2022 08:13:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2020/03/Logo-Luthfi-Sajadah-min.jpeg</url>
	<title>Peci Archives - Luthfi Sajadah</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cara Merawat Peci agar Awet dan Rapi</title>
		<link>https://luthfisajadah.com/cara-merawat-peci/</link>
					<comments>https://luthfisajadah.com/cara-merawat-peci/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Abu Ziyad Saifullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2021 03:57:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Merawat Peci]]></category>
		<category><![CDATA[Peci]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://luthfisajadah.com/?p=381</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara Merawat Peci &#8211; Peci adalah sebuah identitas, khususnya bagi bangsa Indonesia yang mayoritas adalah umat Muslim. Banyak umat Islam di indonesia memakai Peci atau kopiah atau juga disebut songkok. Peci hitam sendiri dijadikan sebagai simbol nasional yang mulai dipopulerkan oleh presiden Soekarno. Semua presiden Indonesia kecuali Megawati selalu mengenakan peci hitam pada acara yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://luthfisajadah.com/cara-merawat-peci/">Cara Merawat Peci agar Awet dan Rapi</a> appeared first on <a href="https://luthfisajadah.com">Luthfi Sajadah</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Cara Merawat Peci</strong> &#8211; Peci adalah sebuah identitas, khususnya bagi bangsa Indonesia yang mayoritas adalah umat Muslim. Banyak umat Islam di indonesia memakai Peci atau kopiah atau juga disebut songkok.</p>



<p>Peci hitam sendiri dijadikan sebagai simbol nasional yang mulai dipopulerkan oleh presiden Soekarno. Semua presiden Indonesia kecuali Megawati selalu mengenakan peci hitam pada acara yang penting baik kenegaraan maupun kunjungan ke luar negeri.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Sejarah Peci</strong></h3>



<p>Awalnya model penutup kepala yang disebut
songkok ini juga sebenarnya berasal dari luar Indonesia. Ada yang mengatakan
bahwa yang membawanya merupakan pedagang dari Arab. Namun bagaimana hingga
songkok atau peci ini menjadi ciri khas di Melayu?</p>



<p>Memang berasal dari pedagang Arab, namun pedagang ini singgah di tempat-tempat seperti Sumatera hingga Jawa di Indonesia, Malaysia, <a aria-label="Brunei Darussalam (opens in a new tab)" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Brunei_Darussalam" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Brunei Darussalam</a> hingga Thailand. Semua negeri ini merupakan rumpun Melayu. Hingga songkok akhirnya dikenal menjadi ciri khas laki-laki khususnya Muslim dari Melayu.</p>



<p>Saat ini banyak berkembang berbagai jenis peci. Mulai dari peci batik, peci dari bahan <a href="https://yogyacreative.com/jenis-jenis-tali/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">tali kerajinan</a> dan yang lainnya. Sebuah wujud kreativitas yang patut kita syukuri bersama. </p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="600" height="450" src="https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/Peci-Banglades.png" alt="Peci Banglades" class="wp-image-384" srcset="https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/Peci-Banglades.png 600w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/Peci-Banglades-300x225.png 300w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/Peci-Banglades-510x382.png 510w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/Peci-Banglades-480x360.png 480w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption>Peci Banglades, Sumber : Luthfi Sajadah</figcaption></figure></div>



<p>Di Indonesia, songkok secara luas dikenal
karena digunakan oleh tokoh besar bangsa seperti Sukarno. Penggunaan peci
seperti di masa penjajahan hingga kemerdekaan sebenarnya bukan tanpa latar
belakang apa-apa. Ada maksud tertentu dalam penggunaan songkok ini di masa itu.</p>



<p>Saat masa penjajahan, pengaruh penjajah
sebenarnya bukan hanya sekedar dari perlakuan fisik para penjajah saja, namun
juga hingga persoalan budaya termasuk cara berpakaian. Nah, para tokoh bangsa
memang bermaksud memperkenalkan ciri khas nusantara salah satunya melalui peci
yang akhirnya menjadi ciri khas Bangsa Indonesia. Sehingga cara berpakaian ala
penjajah memang hanya dicontoh oleh sebagian kecil pihak saja.</p>



<p>Sedangkan para tokoh bangsa hingga para santri yang merupakan pelajar di pondok pesantren yang ada di Indonesia selalu menggunakan peci. Sebagian kecil yang berpakaian mengikuti model pakaian barat atau penjajah hanya orang-orang yang berhubungan dengan mereka seperti para priyayi. Begitulah sedikit sejarah peci yang ada di Indonesia.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Baca juga : <a href="https://luthfisajadah.com/informasi/informasi-sejarah-peci" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="Sejarah Menarik Peci (opens in a new tab)">Sejarah Menarik Peci</a></p></blockquote>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Tips
Mencuci Peci</strong></h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.15.13-1024x1024.png" alt="Peci Hitam" class="wp-image-383" srcset="https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.15.13-1024x1024.png 1024w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.15.13-300x300.png 300w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.15.13-100x100.png 100w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.15.13-600x600.png 600w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.15.13-150x150.png 150w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.15.13-768x768.png 768w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.15.13-1536x1536.png 1536w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.15.13-2048x2048.png 2048w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.15.13-1080x1080.png 1080w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.15.13-1280x1280.png 1280w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.15.13-980x980.png 980w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.15.13-480x480.png 480w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Peci Hitam, Sumber : Luthfi Sajadah</figcaption></figure>



<p>Peci merupakan
salah satu perlengkapan ibadah yang harus dijaga kebersihannya. Sayang,
serangan keringat yang menempel di kepala dan cara perawatan peci yang salah
membuat peci jadi tercium bau apek. Tentu kondisi ini akan mengganggu
kekhusyukan ibadah.</p>



<p>Nah, agar ibadah
Anda jadi lebih maksimal dengan peci yang selalu harum, berikut ini beberapa tips
mencuci peci yang tepat.</p>



<p>Terlebih
dahulu kenali bahan dari peci tersebut. Misalnya peci kain, yang dikenal juga
sebagai peci haji. Ada juga peci beludru, atau dikenal juga dengan sebutan
songkok. Untuk peci beludru, sebaiknya tidak dicuci dengan mesin cuci. Cukup
direndam dalam air larutan deterjen, kemudian digosok lembut bagian dalamnya.</p>



<p>Setelah
itu, baru dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Peci bludru bisa disikat
bagian luarnya dalam kondisi kering dengan menggunakan sikat semir. Untuk peci
berbahan kain, bisa dicuci seperti biasa. Menggunakan mesin cuci, atau dicuci
dengan cara manual. Setelah itu, keringkan dengan cara dijemur diangin-anginkan
di ruangan terbuka.</p>



<p>Selalu gunakan
deterjen yang mampu menjaga peci Anda tetap lembut, bersih dan warnanya tetap
cerah. Deterjen tersebut mengandung anti bakteri yang mampu menghalau bakteri
penyebab bau apek, dan menjaga peci selalu harum sepanjang hari.</p>



<p>Untuk perawatan,
peci bludru sebaiknya tidak sering dicuci, cukup 1 pekan sekali dan simpan
dengan cara digantungkan saat tidak digunakan. Sementara untuk peci kain, cara
perawatannya sama, yakni disimpan dengan cara digantungkan dan bisa dicuci
sesuai dengan kebutuhan. Tapi ingat, jangan terlalu keras saat dikucek karena
elastisitas bahannya bisa berkurang. Ibadah Anda tentu akan menjadi nyaman
dengan peci yang bersih dan harum.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Cara Merawat Peci</strong></h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.25.30-1024x1024.png" alt="Ilustrasi Merawat Peci" class="wp-image-385" srcset="https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.25.30-1024x1024.png 1024w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.25.30-300x300.png 300w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.25.30-100x100.png 100w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.25.30-600x600.png 600w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.25.30-150x150.png 150w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.25.30-768x768.png 768w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.25.30-1536x1536.png 1536w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.25.30-2048x2048.png 2048w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.25.30-1080x1080.png 1080w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.25.30-1280x1280.png 1280w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.25.30-980x980.png 980w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2021/01/PicsArt_06-26-01.25.30-480x480.png 480w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Ilustrasi Merawat Peci, Sumber : Luthfi Sajadah</figcaption></figure></div>



<p>Secara umum biasanya peci yang cepat rusak adalah peci yang terbuat dari bahan beludru. Berbeda dengan peci yang terbuat dari kain fleksibel. Lalu bagaimana cara merawat peci agar awet dan rapi? Berikut ini beberapa cara untuk menjaga agar peci tetap awet dan tidak mudah bau.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>1. Menjemur Peci</strong></h4>



<p>Menjemur peci Anda pada sinar matahari selama kurang lebih 20 menitan. Agar peci kaku sehingga peci tidak cepat rusak. Caranya jemur peci pada sinar matahari dengan posisi terbalik yaitu yang berlubang berada di atas.</p>



<p>Selain agar kaku peci dijemur akan membuat peci tidak lembap sehingga jamur yang ada di dalam peci terhambat pertumbuhannya bahkan mati.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>2. Memberikan Pewangi</strong></h4>



<p>Berikan
pewangi pada bagian dalam peci setiap hari pasti terkena keringat Anda sehingga
jamur mudah tumbuh di dalam peci Anda. Ini akan membuat peci mempunyai bau yang
tidak sedap.</p>



<p>Cara mengatasinya adalah berikan atau semprotkan pewangi non alkohol ke dalam peci bagian dalam tetapi jangan terlalu banyak. Cara lainnya adalah gunakan kapur barus pada bagian dalam peci agar bau yang ada didalamnya menghilang dan berganti menjadi harum.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>3. Hindari Terkena Air</strong></h4>



<p>Hindarkan peci dari air jangan pernah sesekali mencuci atau menempelkan air pada peci. Sebab, jika peci terkena air maka peci akan berubah warna. Selain berubah warna jika mencuci peci maka karton yang mempunyai fungsi membuat kaku peci akan hancur karena terendam air.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>4. Tidak Menindih Peci</strong></h4>



<p>Simpan peci pada tempat yang aman dari tindihan dikarenakan akan membuat peci hancur. Disarankan simpan peci dalam lemari atau taruh pada ketinggian.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>5. Membersihkan Debu</strong></h4>



<p>Biasanya
saat memakai peci pasti akan terkena debu. Maka, segera bersihkan debu yang
menempel pada peci. Sebab, debu yang tertempel pada peci akan membuat peci
menjadi jelek dan terlihat kotor. </p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Baca juga : <a href="https://luthfisajadah.com/haji/oleh-oleh-haji-dan-harganya" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="Berbagai Oleh-oleh Haji (opens in a new tab)">Berbagai Oleh-oleh Haji</a></p></blockquote>



<p>Demikianlah
ulasan mengenai beberapa cara merawat peci agar awet dan rapi. Setelah
mempraktekkan cara dan tips merawat peci di atas, tentu peci Anda menjadi tidak
bau, tidak cepat rusak, dan tahan lama. Semoga informasi ini bermanfaat bagi
Anda.</p>
<p>The post <a href="https://luthfisajadah.com/cara-merawat-peci/">Cara Merawat Peci agar Awet dan Rapi</a> appeared first on <a href="https://luthfisajadah.com">Luthfi Sajadah</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://luthfisajadah.com/cara-merawat-peci/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Peci yang Menarik Untuk Diketahui</title>
		<link>https://luthfisajadah.com/informasi-sejarah-peci/</link>
					<comments>https://luthfisajadah.com/informasi-sejarah-peci/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Abu Ziyad Saifullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2020 05:53:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Peci]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://luthfisajadah.com/?p=316</guid>

					<description><![CDATA[<p>Peci merupakan salah satu item busana muslim yang banyak tersedia, seperti di toko oleh-oleh haji. Berbeda dengan surban yang menjadi ciri khas dari timur tengah, peci menjadi ciri khas di Indonesia dan tanah melayu lainnya. Nah, menarik untuk membahas sejarah peci di Indonesia. Item busana muslim atau pakaian ibadah di Indonesia ada bermacam-macam. Mulai dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://luthfisajadah.com/informasi-sejarah-peci/">Sejarah Peci yang Menarik Untuk Diketahui</a> appeared first on <a href="https://luthfisajadah.com">Luthfi Sajadah</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Peci merupakan salah
satu item busana muslim yang banyak tersedia, seperti di toko
oleh-oleh haji. Berbeda dengan surban yang menjadi ciri khas dari
timur tengah, peci menjadi ciri khas di Indonesia dan tanah melayu
lainnya. Nah, menarik untuk membahas sejarah peci di Indonesia.</p>



<p>Item busana muslim
atau pakaian ibadah di Indonesia ada bermacam-macam. Mulai dari baju
koko, sajadah, sarung hingga peci. Meskipun terdapat berbagai jenis
baju koko, sajadah, sarung hingga peci, namun Indonesia memiliki ciri
khas tersendiri. Hal ini dapat diketahui jika kita meneliti sejarah
peci, sarung dan baju koko yang khas di Indonesia.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup Kepala
Muslim</h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="900" height="675" src="https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2020/10/Buya-Hamka-sumber-IBTimes.ID_.jpg" alt="Buya Hamka, sumber : IBTimes.ID" class="wp-image-317" srcset="https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2020/10/Buya-Hamka-sumber-IBTimes.ID_.jpg 900w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2020/10/Buya-Hamka-sumber-IBTimes.ID_-600x450.jpg 600w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2020/10/Buya-Hamka-sumber-IBTimes.ID_-300x225.jpg 300w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2020/10/Buya-Hamka-sumber-IBTimes.ID_-768x576.jpg 768w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2020/10/Buya-Hamka-sumber-IBTimes.ID_-510x382.jpg 510w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2020/10/Buya-Hamka-sumber-IBTimes.ID_-480x360.jpg 480w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><figcaption>Buya Hamka, sumber : IBTimes.ID</figcaption></figure></div>



<p>Bagi muslim
laki-laki, sebenarnya ada beberapa penutup kepala yang khas. Baik
dipakai saat beribadah maupun dipakai sehari-hari. Namun secara
keseluruhan, penutup kepala ini bukanlah item pakaian yang wajib bagi
seorang laki-laki muslim. Hanya saja Rasulullah SAW, Nabi sekaligus
panutan bagi Umat Muslim mencontohkan menggunakan penutup kepala
seperti imamah dalam kesehariannya.</p>



<p>Wajar saja jika
akhirnya para muslim laki-laki menggunakan penutup kepala. Karena
merupakan salah satu yang menjadi ciri khas Rasulullah Muhammad SAW.
Namun tidak ada aturan tertentu yang mengatur bentuknya. Meskipun
begitu, tidak semua penutup kepala khas menjadi item pakaian muslim.
Nah, apa saja penutup kepala yang menjadi ciri khas muslim laki-laki?</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Songkok/Peci</h3>



<p>Diantara banyak penutup kepala, yang paling menjadi ciri khas muslim laki-laki dari Indonesia atau melayu seperti Malaysia dan Thailand adalah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Songkok" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="songkok (opens in a new tab)">songkok</a> atau sering disebut peci. Bentuknya khas dengan sudut dari ujung ke ujung dan berwarna hitam pada umumnya. Di beberapa daerah ditambah hiasan berupa semacam pola ukiran atau tulisan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Peci Haji</h3>



<p>Peci Haji merupakan
penutup kepala muslim laki-laki khusus yang biasanya dipakai oleh
seorang yang telah berhaji. Mereka menggunakannya mulai saat berhaji
hingga pulang ke tanah air. Setelah itu para haji ini juga biasanya
menggunakan peci ini sehari-hari.</p>



<p>Peci haji berbentuk
bulat, terbuat dari benang atau kain dan berwarna putih. Meskipun
dikenal dengan nama peci haji, sebenarnya penutup kepala ini dikenal
di Indonesia melalui seorang muslim yang berasal dari Hadhramaut di
Negara Yaman. Peci ini juga sering dikenakan oleh santri atau pelajar
di pondok pesantren.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Imamah</h3>



<p>Imamah adalah
penutup kepala yang khas yang dikenakan oleh Nabi Muhammad SAW.
Setelah beliau, barangkali para Shahabat Radhiyallahu Anhu juga
menggunakannya. Namun saat ini, imamah dikenakan kebanyakan oleh para
Ulama atau Imam.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="768" src="https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2020/10/Imamah-sumber-Shopee.jpeg" alt="Imamah, sumber Shopee" class="wp-image-318" srcset="https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2020/10/Imamah-sumber-Shopee.jpeg 768w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2020/10/Imamah-sumber-Shopee-300x300.jpeg 300w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2020/10/Imamah-sumber-Shopee-100x100.jpeg 100w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2020/10/Imamah-sumber-Shopee-600x600.jpeg 600w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2020/10/Imamah-sumber-Shopee-150x150.jpeg 150w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2020/10/Imamah-sumber-Shopee-480x480.jpeg 480w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption>Imamah, sumber Shopee</figcaption></figure></div>



<p>Sebenarnya tidak ada
ketentuan tentang siapa yang memakainya. Menurut sebagian orang,
Rasulullah SAW menggunakan imamah dalam kesehariannya untuk
menyesuaikan cara berpakaiannya dengan cuaca tanah Arab yang panas.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Pakol</h3>



<p>Pakol merupakan
penutup kepala pria khas Afghanistan dan Pakistan. Peci ini berbentuk
bulat dengan lapisan lunak, biasanya terbuat dari bahan wol, polos
tanpa motif, dan berwarna sederhana seperti hitam, cokelat, kuning
gading, dan abu-abu. Pakol banyak dijumpai di Afghanistan, Pakistan,
Tajikistan dan Uzbekistan. Penutup kepala ini mulai populer karena
banyak digunakan oleh para mujahidin Afghanistan dalam perang melawan
Soviet (1979-1989).</p>



<h3 class="wp-block-heading">5. Kofia</h3>



<p>Kofia dikenal juga
dengan kopiah atau peci. Namun, terdapat perbedaan dengan songkok
yang telah dijelaskan sebelumnya. Kofia biasanya memiliki motif dan
lubang-lubang kecil untuk sirkulasi udara. Kofia biasa dikenakan oleh
para muslim Afrika Timur seperti Uganda dan Somalia.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sejarah Peci</h2>



<p>Diantara banyak
penutup kepala yang menjadi ciri khas Muslim Laki-laki, menarik untuk
membahas sejarah peci atau songkok. Peci merupakan sebutan di
Indonesia, sedangkan songkok adalah sebutan yang digunakan oleh
orang-orang melayu. Mengapa sejarahnya menarik untuk kita?</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="700" height="393" src="https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2020/10/Songkok-Tribun-News.jpg" alt="Songkok, Tribun News" class="wp-image-319" srcset="https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2020/10/Songkok-Tribun-News.jpg 700w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2020/10/Songkok-Tribun-News-600x337.jpg 600w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2020/10/Songkok-Tribun-News-300x168.jpg 300w, https://luthfisajadah.com/wp-content/uploads/2020/10/Songkok-Tribun-News-480x269.jpg 480w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption>Songkok, Tribun News</figcaption></figure></div>



<p>Karena peci
merupakan ciri khas bagi Muslim Indonesia secara khusus. Para tokoh
bangsa bahkan selalu dikenal dalam foto-fotonya menggunakan penutup
kepala yang satu ini. Lantas bagaimana sejarahnya hingga songkok ini
menjadi penutup kepala bagi masyarakat Indonesia?</p>



<p>Awalnya model
penutup kepala yang disebut songkok ini juga sebenarnya berasal dari
luar Indonesia. Ada yang mengatakan bahwa yang membawanya merupakan
pedagang dari Arab. Namun bagaimana hingga songkok atau peci ini
menjadi ciri khas di Melayu?</p>



<p>Memang berasal dari
pedagang Arab, namun pedagang ini singgah di tempat-tempat seperti
Sumatera hingga Jawa di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam hingga
Thailand. Semua negeri ini merupakan rumpun Melayu. Hingga songkok
akhirnya dikenal menjadi ciri khas laki-laki khususnya Muslim dari
Melayu.</p>



<p>Di Indonesia,
songkok secara luas dikenal karena digunakan oleh tokoh besar bangsa
seperti Sukarno. Penggunaan peci seperti di masa penjajahan hingga
kemerdekaan sebenarnya bukan tanpa latar belakang apa-apa. Ada maksud
tertentu dalam penggunaan songkok ini di masa itu.</p>



<p>Saat masa
penjajahan, pengaruh penjajah sebenarnya bukan hanya sekedar dari
perlakuan fisik para penjajah saja, namun juga hingga persoalan
budaya termasuk cara berpakaian. Nah, para tokoh bangsa memang
bermaksud memperkenalkan ciri khas nusantara salah satunya melalui
peci yang akhirnya menjadi ciri khas Bangsa Indonesia. Sehingga cara
berpakaian ala penjajah memang hanya dicontoh oleh sebagian kecil
pihak saja.</p>



<p>Sedangkan para tokoh
bangsa hingga para santri yang merupakan pelajar di pondok pesantren
yang ada di Indonesia selalu menggunakan peci. Sebagian kecil yang
berpakaian mengikuti model pakaian barat atau penjajah hanya
orang-orang yang berhubungan dengan mereka seperti para priyayi.
Begitulah sedikit sejarah peci yang ada di Indonesia.</p>



<p>Untuk Anda yang ingin membeli berbagai jenis penutup kepala mulai dari peci, surban dan lainnya, bisa kunjungi toko oleh-oleh Haji di Jogja Luthfi Sajadah. Bukan hanya penutup kepala muslim, terdapat juga produk lainnya seperti <a href="https://luthfisajadah.com/informasi/cemilan-oleh-oleh-haji" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="camilan khas impor (opens in a new tab)">camilan khas impor</a>, pakaian muslimah, sajadah dan lainnya.</p>
<p>The post <a href="https://luthfisajadah.com/informasi-sejarah-peci/">Sejarah Peci yang Menarik Untuk Diketahui</a> appeared first on <a href="https://luthfisajadah.com">Luthfi Sajadah</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://luthfisajadah.com/informasi-sejarah-peci/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
