+62 856-4370-6002 luthfi.sajadah@gmail.com
Select Page

Bagaimana memaknai ibadah haji? Makna ibadah haji perlu dipahami agar saat melaksanakannya seseorang dapat mengerti keseluruhan aktivitas yang dikerjakannya. Selain itu, mengetahui makna ibadah haji juga memudahkan seseorang dalam mencapai tujuan pelaksanaan ibadah dan lebih serius dalam melaksanakannya.

Ibadah haji dari Indonesia merupakan pelaksanaan ibadah yang rutin dan banyak dilakukan. Meskipun wilayah Indonesia luas, namun para jamaah yang berangkat melaksanakan haji juga banyak dari berbagai daerah. Nah, untuk mengetahui berbagai informasi seputar makna ibadah haji, simak ulasan di bawah ini.

Sejarah Haji

Bangunan Ka'bah, sumber : Dream.co.id
Bangunan Ka’bah, sumber : Dream.co.id

Sebenarnya Ka’bah didirikan oleh Nabi Ibrahim as yang merupakan utusan Allah SWT dan hanya menyembah Allah SWT. Tetapi seiring dengan bergantinya generasi, sepeninggal Nabi Ibrahim pada masa-masa yang dekat dengan kenabian terakhir, Rasulullah Muhammad, Ka’bah tempat berhaji didirikan di sekitarnya berhala yang disembah Arab Jahiliyah. Agama Islam kemudian menjadi agama yang kembali mensucikan Ka’bah dari berhala.

Ibadah haji saat ini dilaksanakan sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW yang melakukan reformasi terhadap ziarah pra-Islam orang-orang Arab pagan pada tahun 632 M, namun asal mula Haji adalah atas perintah Tuhan kepada Ibrahim untuk meninggalkan istrinya Siti Hajar dan anaknya Ismail sendirian di padang pasir kuno Mekkah dengan sedikit makanan dan air yang sedikit lagi hampir habis.

Mekkah kemudian menjadi tempat yang tidak berpenghuni. Untuk mencari air, Siti Hajar dengan putus asa berlari tujuh kali di antara dua bukit Shofa dan Marwah tapi tidak menemukan satu pun. Kembali dalam keputusasaan ke di Ismail, dia melihat bayi itu menghentakkan tanah dengan kakinya dan keluar air mancur di bawahnya. Karena adanya air, suku-suku mulai menetap di Mekkah, Jurhum menjadi suku pertama yang datang.

Ketika dewasa, Ismail menikah di suku dan mulai tinggal bersama mereka. Quran menyatakan bahwa Ibrahim, bersama dengan anaknya Ismail, membangun fondasi sebuah rumah yang diidentifikasi oleh kebanyakan sejarawan sebagai Ka’bah. Setelah menempatkan Batu Hitam di sudut timur Ka’bah, Ibrahim menerima sebuah wahyu dimana Allah mengatakan ke di nabi berusia lanjut bahwa dia sekarang harus pergi dan mengumumkan ziarah ke umat manusia.

Sesaat sebelum wafatnya, Nabi Muhammad SAW melakukan ibadah haji satu-satunya dan terakhir dengan sejumlah besar pengikut dan mengajarkan mereka ritual haji dan tata krama untuk melakukan hal itu. Di dataran Arafah, dia menyampaikan pidato terkenal – yang dikenal dengan Khotbah perpisahan Nabi Muhammad – ke di mereka yang hadir di sana. Sejak saat itu, haji menjadi salah satu dari Lima Rukun Islam.

Selama abad pertengahan, peziarah akan berkumpul di kota-kota besar seperti Basra, Damaskus, dan Kairo untuk pergi ke Mekkah dalam kelompok dan karavan yang terdiri dari puluhan ribu peziarah.

Makna Ibadah Haji

Ibadah Haji, sumber NETRALNEWS
Ibadah Haji, sumber NETRALNEWS

Berdasarkan sejarahnya serta pelaksanaannya yang diadakan setiap tahun, bagaimana seorang muslim memaknai pelaksanaan ibadah haji? Apalagi bagi penduduk Indonesia yang keberadaannya sangat jauh dari Makkah. Usaha yang besar bahkan menunggu antrian hingga akhirnya mampu melaksanakan ibadah ini merupakan hal yang membutuhkan kesabaran dan perjuangan.

Dari sisi bagaimana ibadah ini dilaksanakan, kita bisa melihat bahwa seluruh umat muslim dari seluruh dunia berkumpul di Makkah. Semuanya bergerak serempak, menggunakan pakaian yang sama tanpa membeda-bedakan ras, warna kulit dan keturunan, semuanya melakukan ibadah yang sama. Di sini terdapat makna persatuan yang rasanya tidak mungkin dicapai oleh umat manapun dalam menyatukan manusia.

Tidak mudah untuk orang-orang yang memiliki berbagai latar belakang yang berbeda, Bahasa yang berbeda dan tampak fisik yang berbeda untuk bisa berinteraksi di satu tempat yang sama dalam satu waktu. Hal ini menunjukkan bahwa umat muslim memiliki ikatan yang kuat satu sama lain meskipun tidak selalu bersama. Aqidah, ibadah dan syariat yang dijalankan semuanya sama dan seragam.22

Inilah barangkali makna ibadah haji yang bisa kita dapati. Demi semangat persatuan yang terus terjaga, seluruh manusia yang melaksanakan ibadah haji berkumpul dan melaksanakan berbagai tahapan pelaksanaan haji bersama-sama. Menuju kepada Allah SWT satu-satunya.

Berbagai Perlengkapan Ibadah Haji

Setelah melakukan manasik, mempelajari tata cara ibadah dan siap secara fisik dan mental, maka Anda perlu mempersiapkan segala kebutuhan perjalanan haji. Apa saja perlengkapan haji yang Anda butuhkan? Tim redaksi luthfi sajadah mencoba meringkasnya untuk Anda.

Pakaian Ihram, sumber Tafakul
Jamaah Memakai Pakaian Ihram, sumber Tafakul

1. Pakaian Ihram

Jemaah haji Indonesia tiba di Makkah dari Madinag terlebih dahulu yang sebelumnya mengenakan pakaian ihram dari Miqat. Kemudian menjalankan ibadah umrah dengan niat tamattu, barulah dapat mengisi waktu kosong dengan ziarah, mengikuti taklim, atau berbelanja.

Hanya jenis baju seperti inilah yang bisa dikenakan oleh laki-laki dan perempuan selama berhaji. Kain berwarna putih ini biasa terbuat dari bahan yang nyaman dan bisa menyerap keringat. Selain itu untuk memperkuat ikatan kain ihram, biasanya digunakanlah sabuk haji.

2. Keperluan Administrasi

Sebagai jamaah haji yang berasal dari luar Arab Saudi dan bukan warga negara setempat, kita memerlukan berbagai syarat administrasi yang diurus sendiri. Selain itu, berbagai kebutuhan lainnya juga perlu. Jadi paspor, kartu kredit, uang rupiah, riyal secukupnya dan kartu atm berlogo visa dan dokumen haji (SPMA, Buku Kesehatan, bukti Setor BPIH) adalah hal yang harus ada. Jamaahnya bisa menaruhnya dalam satu tas tenteng untuk memudahkan saat diperlukan.

3. Petunjuk Haji dan Doa

Kebutuhan perlengkapan haji dan umroh yang Anda perlukan adalah petunjuk pelaksanaan ibadah haji dan buku yang berisi berbagai doa saat melaksanakan ibadah haji. Meskipun sudah dilatih saat manasik, bukan tidak mungkin kita akan lupa. Karena ibadah ini bukan ibadah yang sering dilakukan.

Bagi Anda yang ingin sesuatu yang praktis, Anda bisa mencoba Audio Haji Umroh + Buku Panduan Doa (Perlengkapan Haji Umroh) yang bisa memandu Anda selama menunaikan ibadah haji. Di dalam audio tersebut bahkan tersimpan doa naik kendaraan, niat haji, niat umrah, doa melihat kakbah, doa tawaf dan masih banyak lagi lainnya. Audio haji ini juga dilengkapi dengan earphone dan pita untuk ditaruh di leher.

4. Obat, Kosmetik dan sejenisnya

Selain perlengkapan haji dan umroh yang tadi, tentu saja Anda perlu berbagai kebutuhan harian selama pelaksanaan ibadah haji. Kebutuhan ini mencakup obat-obatan terutama yang paling Anda butuhkan, kosmetik, peralatan mandi dan hal lainnya yang juga merupakan kebutuhan harian saat haji. Catatan khusus bagi wanita, dilarang menggunakan kosmetik parfum selama berhaji atau umroh.

5. Makanan dan Perlengkapannya

Untuk yang terakhir ini biasanya akan berbeda, yaitu bagi jamaah yang menggunakan jasa keberangkatan haji dan yang tidak menggunakan jasa tersebut. Bagi jamaah yang melalui jasa keberangkatan haji, seluruh kebutuhan konsumsi seperti makan dan minum selama ibadah sudah termasuk yang disediakan melalui catering. Namun bagi jamaah yang berangkat secara individu tentu harus membawanya atau membeli sendiri.

Demikian ulasan seputar makna haji dan berbagai informasi lainnya seputar pelaksanaannya. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat untuk Anda. Simak terus berbagai update seputar oleh-oleh haji di halaman luthfi sajadah.